Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Trees (Joyce Kilmer, 1913): Sebuah Terjemahan Puitis

  I think that I shall never see A poem lovely as a tree. Kupikir aku takkan pernah menemukan sebuah puisi seindah sebatang pohon A tree whose hungry mouth is prest Against the earth's sweet flowing breast; sebatang pohon yang mulutnya selalu haus menyusu pada bumi firdaus A tree that looks at God all day, And lifts her leafy arms to pray; sebatang pohon yang memandang Tuhan sepanjang hari dan mengangkat lenganlengan rimbunnya tuk memuji A tree that may in Summer wear A nest of robins in her hair; sebatang pohon yang akan meranggas di musim panas tempat burung robin bersarang pada dedaunan bernas Upon whose bosom snow has lain; Who intimately lives with rain. pada dadanya salju tlah membeku akan bangkit bersama hujan menderu Poems are made by fools like me, But only God can make a tree. Sajaksajak dianggit oleh orang tolol sepertiku namun hanya Tuhan yang mampu mencipta pohon itu *** Trees adalah puisi lirik oleh penyair Amerika Joyce Kilmer (1886 – 1918). Puisi ini ditulis pada b...

Sedotan "Lukay" dari Daun Kelapa, Alternatif Unik Sedotan Plastik

Sedotan plastik menjadi salah satu sumber polusi yang diremehkan, tetapi nyata mengganggu kelestarian alam. Sedotan plastik sering tidak masuk daftar benda yang didaur ulang. Akibatnya, sedotan plastik dibuang dan akhirnya mencemari alam. Berawal dari keprihatinan ini, muncul aneka alternatif sedotan plastik. Di antaranya adalah sedotan lukay dari daun kelapa.  Sarah Tiu, manajer CafĂ© Editha di Pulau Siargao, Filipina memutuskan untuk menggunakan sedotan minuman 'lukay' dalam upaya mengurangi sampah plastik di restorannya. Lukay adalah istilah bahasa setempat untuk kelapa atau daun kelapa. Pemilik kafe mengaku terkesan dengan gagasan bagaimana daun kelapa dibuat menjadi sedotan selama perjalanan keluarga ke Pulau Corregidor. “Kami membeli kelapa segar dan mereka hanya memotong lukay, lalu membuatnya menjadi sedotan. Jadi kami meminta mereka untuk mengajari kami [cara membuatnya], ”kata Tiu kepada INQUIRER.net. Sarah Tiu mencoba menghindari penggunaan plastik di restorannya seba...

Prambanan pada Dua Zaman

Fajar malumalu terbit dari balik pegunungan Sewu gadisgadis desa tak lagi menumbuk padi di alu titah Rara Jonggrang telah jadi masa lalu kisah kasih Bandung Bondowoso berakhir sendu * terik mentari Jogja kini berpijar di atas ubunubun wanantara sirna tak lagi menyaji rimbun candicandi bestari merana dalam lamun membatu bersama padas cadas nan karun * senjakala jingga menyelimuti arca Siwagrha memori abadi kisah purbakala yang terlupa Prarambanan tempat insan mencari mujarab dedaunan kini menua bersama ingatan anak-anak zaman 13 Maret 2021