Sedotan plastik menjadi salah satu sumber polusi yang diremehkan, tetapi nyata mengganggu kelestarian alam. Sedotan plastik sering tidak masuk daftar benda yang didaur ulang. Akibatnya, sedotan plastik dibuang dan akhirnya mencemari alam.
Berawal dari keprihatinan ini, muncul aneka alternatif sedotan plastik. Di antaranya adalah sedotan lukay dari daun kelapa.
Sarah Tiu, manajer Café Editha di Pulau Siargao, Filipina memutuskan untuk menggunakan sedotan minuman 'lukay' dalam upaya mengurangi sampah plastik di restorannya.
Lukay adalah istilah bahasa setempat untuk kelapa atau daun kelapa.
Pemilik kafe mengaku terkesan dengan gagasan bagaimana daun kelapa dibuat menjadi sedotan selama perjalanan keluarga ke Pulau Corregidor.
“Kami membeli kelapa segar dan mereka hanya memotong lukay, lalu membuatnya menjadi sedotan. Jadi kami meminta mereka untuk mengajari kami [cara membuatnya], ”kata Tiu kepada INQUIRER.net.
Sarah Tiu mencoba menghindari penggunaan plastik di restorannya sebanyak yang dia bisa. Dia mengatakan pihaknya telah mencoba alternatif ramah lingkungan seperti sedotan kertas dan sedotan baja, akan tetapi pelanggan tidak menyukainya.
Setelah menguasai cara membuat sedotan lukay versinya, manajer berusia 37 tahun itu mulai menggunakannya di restorannya.
Dengan bantuan keponakan, Sarah membuat video yang mendemonstrasikan cara membuat sedotan lukay. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang menghilangkan sampah plastik dan mempromosikan cara-cara kreatif untuk peduli lingkungan.
Dia mengatakan setiap sedotan membutuhkan waktu kurang dari beberapa menit untuk dibuat. Pegawai kafenya membuatnya setiap pagi sebelum buka.Wah, kreatif ya.

Komentar
Posting Komentar