Pada tahun 2009-2010, saya magang di tengah masyarakat Suku Dayak Kayan Ma’apan di Desa Kenarai, Tanjung Palas Barat, Kalimantan Utara.
| Rumah Adat (Dok. Bobby) |
Ada suara sumbang yang menuduh warga Dayak merusak hutan dengan perladangan berpindah. Ini tidak benar. Saya melihat sendiri perladangan lestari Suku Dayak Kayan Ma'apan yang memiliki istilah khusus:
1) Meliri’k: membersihan rumput dan akar pepohonan; 2) Mekop: membersihkan ranting-ranting pohon; 3) Nugal: menanam benih dengan bantuan kayu yang diruncingkan; dan 4) Nabeu: membersihkan rumput.
| Memasak lemang - dok Lorna |
Pentingnya khazanah bahasa, tanaman pangan dan obat.
Saya, seorang penutur bahasa Jawa, berusaha mempelajari bahasa Kayan Ma'apan. Saya menemukan dua hal menarik:
Pertama, bahasa Kayan Ma'apan sangat kaya kosakata benda nyata. Misalnya, batang kelapa muda disebut umbut dan daun paku disebut pakeik.
| Diplazium esculentum atau pakeik - Shyamal CC 3.0 |
Kedua, bahasa Kayan Ma'apan cenderung "miskin" kosakata benda abstrak, misalnya "pengetahuan". Akan tetapi, warga Kayan Ma'apan sangat rinci menamai tanaman obat, tanaman pangan, serta gejala alam.
Pentingnya Penelitian Bahasa dan
Budaya Kayan Ma'apan di Kaltara
Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat perlu diwujudnyatakan di tengah masyarakat Kayan Ma'apan.
Penelitian mengenai budaya dan bahasa Kayan Ma'apan kiranya dapat mencakup:
1. Kearifan lokal dalam memanfaatkan alam secara lestari
2.
Pengetahuan tanaman obat
3.
Budidaya tanaman pangan sebagai upaya ketahanan pangan lokal.
(pemerhati budaya dan pegiat Taman Baca Inspirasiana)
Semoga harapan terkabul ya, Mo. Terima kasih telah menulis ini.
BalasHapusCita-cita tulus semoga terwujud
BalasHapus