Gurauan seorang penata rias yang meniru Melly Goeslaw dalam pesta Halloween memantik kontroversi. Si penata rias meniru dirinya dengan topi lebar dan hijab sembari berjoget-joget dan sesekali menutupi wajah.
Melly meradang. Kamis (31/10/2019), melalui unggahannya di Instagram, pelantun lagu Bunda itu menulis, "Hobi banget pada ngetawain fisik dan nyama-nyamain sama orang..."
Definisi Body Shaming
Body shaming didefinisikan oleh Collin's Dictionary sebagai "penghinaan terhadap seseorang karena kekurangan fisiknya". Sementara Urbandictionary mendefinisikan gejala ini sebagai "mempermalukan seseorang karena bentuk tubuhnya".
Contoh-contohnya:
- Huh, dia kurus kering.
- Dia akan tampak lebih cantik kalau lebih langsing.
- Dia gemuk sekali, bagaimana mungkin dia punya pacar?
Menurut Walden Eating Disorders, body shaming dapat muncul dalam aneka cara:
1. Mengkritik penampilan Anda atau membandingkan diri Anda dengan orang lain
Contohnya, "Saya amat kurus" ;"Dia jauh lebih cantik daripada saya."
2. Mengkritik penampilan orang lain di depan mereka
Misalnya, "Kamu tidak akan pernah mendapat pacar sampai kamu lebih kurus lagi"
3. Mengkritik orang lain di belakang mereka
Tontonan kita di televisi dan kanal hiburan Indonesia, utamanya komedi, justru turut menyuburkan body shaming. Biasanya yang tubuhnya gemuk, susunan gigi tak rapi, dan difabel menjadi objek ejekan bernada body shaming.
Penonton tertawa tanpa menyadari bahwa humor yang sedang mereka saksikan adalah body shaming. Dampaknya, terjadi proses "pembiasaan" dalam diri pemirsa. Body shaming yang harusnya dibenci justru disukai karena dianggap menghibur.
Media Sosial Tempat Body Shaming
Media sosial juga menjadi tempat terjadinya body shaming. Ini tampak jelas dalam kasus yang menimpa Melly Goeslaw. Beberapa artis dan rekan di dunia hiburan mengunggah body shaming atas Melly di media sosial mereka.
Sebuah riset yang dilakukan Elliptical Reviews terhadap 77.000 twit untuk mempermalukan orang gemuk menunjukkan hasil yang sangat menyedihkan. Lima kata kunci teratas untuk mengejek orang gemuk di Twitter adalah kata-kata yang sangat menyakiti perasaan korban body shaming: turunkan berat badanmu, *besar, berhentilah makan, pergi ke pusat kebugaran, dan *gemuk.
Alih-alih mendorong untuk bergaya hidup sehat, ungkapan-ungkapan di atas bagi korban yang mendengar atau membacanya justru bikin sakit hati.
Media sosial yang anonim juga menjadi tempat berlindung bagi warganet yang tak punya empati untuk mengejek tubuh orang lain. Sering terjadi, body shaming juga menimpa anak dan remaja yang masih labil sehingga mereka menjadi tertekan secara psikologis. Hal ini amat berbahaya karena dapat memicu bunuh diri.
Hikmah untuk Kita
Kita sering kurang peka akan ungkapan-ungkapan sehari-hari yang ternyata merupakan body shaming. Mungkin saja kita bermaksud mencairkan suasana dengan mengatakan gurauan bernada body shaming. Mungkin saja si korban pada saat itu juga ikut tertawa. Namun, bisa jadi dalam hatinya ia bersedih.
Kita perlu memilah-milah candaan yang tak menyakitkan hati, juga di kalangan teman-teman dekat. Kita tidak bisa selalu mengandaikan bahwa candaan beraroma body shaming selalu dapat diterima dengan senang hati oleh lawan bicara atau sahabat dekat kita. Apalagi, jika candaan body shaming itu terlalu sering dikatakan di tempat, waktu, dan lingkaran sosial yang salah.
Empat Rambu-rambu:
1. Berempatilah. Bayangkan diri Anda berada dalam posisi sebagai "korban" body shaming. Nyamankah mendengar candaan itu?
2. Pastikan bahwa candaan itu sungguh dapat ia terima. Bertanyalah secara pribadi padanya. Mintalah masukan. Jangan selalu mengandaikan orang pasti menerima apa pun candaan Anda.
3. Belajarlah menemukan cara-cara kreatif yang tak menyakiti hati dalam mencairkan suasana. Bacalah buku-buku humor dan tontonlah tayangan komedi cerdas.
4. Hati-hati gunakan jari Anda di media sosial. Hindari komentar atas tubuh seseorang. Tidak ada standar yang sama untuk kecantikan dan ketampanan. Tidak ada standar sama mengenai bentuk tubuh ideal yang membuat orang nyaman.
Mari kita belajar menghargai tubuh sendiri dan tubuh orang lain. Buatlah orang lain nyaman dengan tubuh mereka. Sampaikanlah masukan untuk perubahan gaya hidup lebih sehat dengan cara-cara elegan, bukan dengan mempermalukan dengan humor dan ungkapan bernada body shaming.
Mengutip Golda Poretsky, "Jangan mengubah tubuhmu untuk mendapat penghargaan dari masyarakat. Alih-alih, mari mengubah masyarakat untuk menghargai tubuh kita."
BS untuk IndonesianaKita

Komentar
Posting Komentar